Bagi Anda yang baru terjun ke dunia investasi dan perdagangan aset kripto di platform seperti Indodax, melihat halaman trading (pasar) mungkin terasa sedikit membingungkan. Layar dipenuhi oleh angka-angka yang terus bergerak cepat, tabel berwarna merah-hijau, dan grafik fluktuasi harga.
Di antara banyaknya informasi tersebut, ada dua elemen penting yang wajib Anda pahami sebelum mulai bertransaksi: Harga Terakhir (Last Price) dan Buku Order (Order Book). Meskipun keduanya sama-sama menampilkan informasi harga, fungsi dan maknanya sangat berbeda. Mari kita bahas perbedaannya secara sederhana.
1. Harga Terakhir (Last Price)
Harga Terakhir adalah angka nominal tunggal yang menunjukkan harga dari transaksi riil yang baru saja selesai terjadi di pasar. Setiap kali ada penjual dan pembeli yang sepakat di satu harga tertentu, maka transaksi mereka dinyatakan sukses, dan angka kesepakatan itulah yang menjadi Last Price. Angka tunggal yang terus berubah secara instan (real-time) mengikuti transaksi paling akhir.
2. Order Book (Buku Order)
Order Book adalah tabel yang berisi daftar antrean harga dan jumlah koin dari orang-orang yang ingin melakukan jual-beli, tetapi transaksinya belum terjadi. Di dalam Order Book, Anda akan melihat dua kelompok besar yang saling tawar-menawar:
Antrean Jual (Warna Merah / Ask): Berisi daftar harga yang dipasang oleh para penjual yang sedang mengantre. Penjual tentu ingin untung besar, jadi mereka mengantre dari harga terendah (paling atas) hingga harga tertinggi ke bawah.
Antrean Beli (Warna Hijau / Bid): Berisi daftar harga yang dipasang oleh para pembeli yang sedang mengantre. Pembeli tentu ingin murah, jadi mereka mengantre dari penawaran tertinggi berani beli (paling atas) hingga penawaran terendah ke bawah.
Order Book adalah seperti papan pengumuman di pasar tradisional. Penjual menempelkan catatan harga yang mereka inginkan di kertas merah, dan calon pembeli menempelkan harga tawaran mereka di kertas hijau. Selama belum ada yang mau mengalah, kertas tersebut tetap menggantung di papan (mengantre).
Perbedaan Utama
Karakteristik | Harga Terakhir (Last Price) | Order Book (Bid & Ask) |
| Status Transaksi | Sudah Terjadi (Sudah sah dan selesai). | Belum Terjadi (Masih berupa antrean/rencana). |
| Tampilan Data | Berupa satu angka nominal tunggal. | Berupa tabel panjang berisi variasi harga dan volume koin. |
| Fungsi Utama | Sebagai indikator atau acuan harga pasar global detik ini. | Sebagai peta untuk melihat seberapa banyak orang yang antre beli vs antre jual. |
Mengapa Harga Terakhir Bisa Berbeda dengan Angka di Order Book?
Sebagai contoh saat Anda mengamati pasar, Anda mungkin melihat Last Price berada di angka Rp150.000. Namun, di Order Book bagian merah (jual) harga termurahnya adalah Rp150.100, dan di bagian hijau (beli) harga tertingginya Rp149.900. Mengapa terjadi jarak (selisih)?
Hal ini sangat wajar. Angka Last Price baru akan berubah menjadi Rp150.100 jika dan hanya jika ada pembeli baru yang tidak mau mengantre, lalu langsung membeli koin dari antrean jual teratas (Rp150.100). Begitu transaksi itu sah, Last Price akan otomatis melompat memperbarui diri.