Bank Indonesia menganggap bahwa Bitcoin itu dapat digunakan, diperjualbelikan, atau disimpan sebagai asset atau suatu bentuk komoditas digital oleh masyarakat Indonesia, namun tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran karena satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia hanyalah mata uang Rupiah (Dollar, Yen, Bitcoin tidak diperbolehkan). Penggunaan dan kepemilikan Bitcoin merupakan tanggung jawab pribadi tiap penggunanya.

Berikut adalah pers release resmi dari Bank Indonesia yang diambil langsung dari situs mereka.

 

No: 16/  6  /DKom
 
Memperhatikan Undang-undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU No. 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2009, Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia.
 
Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya. Segala risiko terkait kepemilikan/penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik/pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya.
Jakarta, 6 Februari 2014
Departemen Komunikasi

Peter Jacobs
Direktur

15 komentar pada “Apa pendapat Bank Indonesia tentang Bitcoin?

    1. Suasti Bitcoin.co.id Article Author

      Halo bapak/ibu Tyas,

      Memang benar dikatakan bahwa Bitcoin dilarang digunakan sebagai alat pembayaran, hanya sebatas himbauan namun belum dilarang untuk diperjual belikan dengan Rupiah atau mengambil langkah untuk menutup exchange sebagai penyedia layanan jual beli aset digital seperti layaknya saham jadi tidak melanggar UU yang ada karena bukan sebagai alat tukar tetapi digital aset layaknya saham dan forex.
      Terima kasih.

Komentar lainnya